Laporan Praktik Baik Pemanfaatan Dana Desa Kec. Padang Bolak Tenggara

 PRAKTIK BAIK PEMANFAATAN DANA DESA

1. Identitas Desa

Nama Desa : Siunggam Jae

Kecamatan : Padang Bolak tenggara

Kabupaten : Padang Lawas Utara

Provinsi : Sumatera Utara

Media Sosial Desa :

2. IdentitasPenulisPraktik Baik

Nama/Posisi TPP :

No. Nama TPP Posisi TPP Nomor Kontak TPP

1. Hadi Gucahyo Koordinator TPP 0812 6906 0002

2. Mahmudi Siregar Pendamping Desa 0813 7288 2889

3. Netti Herawati Hrp Pendamping Lokal Desa 0813 6023 1027

Peranan TPP dalam pelaksanaan kegiatan praktik baik :

Tenaga Pendamping Profesional Desa, baik Pendamping Desa (PD) maupun Pendamping Lokal Desa (PLD), memiliki peran strategis dalam mendukung pemerintah desa melakukan identifikasi potensi yang dimiliki desa. Langkah identifikasi potensi desa dilaksanakan dengan mengacu pada data Indeks Desa Mandiri (IDM) Tahun 2024, yakni instrumen resmi yang telah disahkan melalui musyawarah desa sehingga data yang digunakan benar-benar terkini, valid, dan menjadi acuan utama untuk perencanaan pengembangan desa selanjutnya.

Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa memfasilitasi proses pengumpulan, pencatatan, verifikasi, serta analisis data Indeks Desa Mandiri (IDM) Tahun 2024 agar potensi desa yang teridentifikasi benar-benar sesuai dengan kondisi faktual lapangan. Kegiatan ini sangat penting guna menetapkan prioritas pembangunan dan pengembangan sumber daya serta ekonomi desa berbasis data yang telah divalidasi bersama seluruh unsur masyarakat melalui musyawarah desa.

Selain itu, Tenaga Pendamping Profesional melaksanakan peran advokasi dan edukasi kepada pemerintah desa. Mereka memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya pengembangan potensi desa Indeks Desa Mandiri (IDM) Tahun 2024, memastikan pemerintah desa memperoleh gambaran utuh tentang potensi yang wajib dikembangkan serta memberikan rekomendasi berbasis hasil musyawarah desa yang telah disahkan secara partisipatif dan transparan. Rekomendasi inilah yang menjadi acuan dalam menetapkan arah kebijakan pembangunan, termasuk pada kegiatan pembangunan strategis seperti Jalan Rabat Beton di Desa Siungam Jae, Kecamatan Padang Bolak Tenggara, Kabupaten Padang Lawas Utara. Pembangunan tersebut terbukti sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa secara langsung.

3. DeskripsiPraktik Baik

a. Tema Kegiatan : Pembangunan Jalan Desa

b. Nama Kegiatan : Pembangunan Jalan Rabat Beton

c. Tahun Anggaran Dana Desa : Tahun 2024

d. Alokasi Anggaran Dana Desa : Rp. 320.229.500,-

e. Latar Belakang :

Pembangunan jalan rabat beton di Desa Siungam Jae merupakan kebutuhan mendesak yang muncul dari kondisi akses jalan desa sebelumnya yang kurang memadai dan sering mengalami kerusakan, terutama saat musim hujan. Jalan yang masih berupa tanah atau belum beraspal membuat aktivitas transportasi masyarakat terganggu, akses ekonomi sulit, serta potensi desa menjadi kurang teroptimalkan.

Berdasarkan identifikasi potensi dan kebutuhan desa yang telah dilakukan melalui musyawarah bersama masyarakat serta analisis data Indeks Desa Mandiri, terungkap bahwa pembangunan jalan rabat beton sangat diperlukan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian dan produk lokal, serta menunjang aktivitas pendidikan, kesehatan, dan perekonomian desa. Jalan rabat beton dipilih sebagai solusi karena ketahanannya terhadap cuaca dan beban kendaraan, sesuai dengan prinsip pembangunan.

Kini, dengan terbangunnya jalan rabat beton, masyarakat Desa Siungam Jae semakin merasakan manfaat nyata berupa akses transportasi yang lancar, peningkatan ekonomi desa, terjaganya konektivitas antar dusun, dan tumbuhnya sektor usaha desa. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta terciptanya desa yang maju dan berdaya saing sesuai tujuan pembangunan desa berkelanjutan.

f. Pelaksana / pengelolaKegiatan : TPK Desa Siunggam Jae

g. Pelaksanaan Kegiatan

• Perencanaan : Kegiatan pembangunan Jalan Rabat Beton di Desa Siungam Jae diawali dengan perencanaan yang matang serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui musyawarah desa. Pemerintah desa bersama pendamping desa, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), dan unsur masyarakat mengidentifikasi kebutuhan serta prioritas pembangunan berdasarkan data Indeks Desa Mandiri (IDM) Tahun 2024 dan kondisi riil di lapangan. Perencanaan dilakukan berdasarkan prinsip partisipatif, transparan, dan akuntabel sesuai pedoman pendampingan masyarakat desa, serta memastikan anggaran yang digunakan berasal dari Dana Desa dan didukung skema padat karya yang melibatkan tenaga kerja setempat.

• Pelaksanaan : Pelaksanaan pembangunan jalan dilaksanakan secara bertahap oleh TPK desa bersama warga, didampingi oleh Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa. Kegiatan ini meliputi persiapan lahan, pemadatan tanah, pemasangan bekisting, pengecoran beton, dan finishing. Pengawasan dilakukan secara berjenjang oleh pemerintah desa, masyarakat, dan pendamping untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disetujui. Sistem padat karya tunai diterapkan, sehingga selain memperoleh jalan yang berkualitas, kegiatan ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga desa—mendongkrak pendapatan dan mempererat semangat gotong royong.

• Hasil : Setelah jalan rabat beton selesai dibangun, manfaatnya sangat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat desa. Jalan yang sebelumnya rusak dan sulit dilalui, kini menjadi akses transportasi utama yang lancar dan aman untuk kegiatan sehari-hari. Arus distribusi barang hasil pertanian, pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi desa menjadi jauh lebih mudah. Perekonomian desa pun meningkat seiring dengan mobilitas yang lebih efektif, biaya transportasi lebih efisien, dan tumbuhnya usaha-usaha baru di desa. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan, kualitas hidup, dan daya saing Desa Siungam Jae di Kabupaten Padang Lawas Utara.

h. Dampak / outcome :

Pelaksanaan pembangunan Jalan Rabat Beton di Desa Siungam Jae membawa dampak yang sangat signifikan bagi kehidupan masyarakat desa. Secara fisik, terbentuknya jalan yang kokoh dan tahan terhadap cuaca ekstrem meningkatkan konektivitas antar dusun serta memperlancar akses masyarakat menuju pusat-pusat pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pasar. Hal ini mengurangi kesulitan transportasi yang sebelumnya menjadi hambatan dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Dampak sosial ekonomi yang paling terasa adalah peningkatan mobilitas masyarakat yang berdampak pada berkembangnya usaha lokal dan semangat kewirausahaan di desa. Biaya transportasi yang turun dan kelancaran arus distribusi produk pertanian membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi para petani dan pelaku usaha mikro. Selain itu, penerapan sistem padat karya dalam pembangunan jalan ini turut membuka lapangan kerja sementara, meningkatkan pendapatan rumah tangga secara langsung.

Optimasi akses transportasi melalui jalan rabat beton juga memperkuat peran desa dalam jaringan ekonomi kawasan, mendukung pengurangan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan seluruh warga. Pembangunan ini merupakan implementasi nyata dari prinsip pembangunan berkelanjutan dan pelayanan publik yang inklusif, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pendamping profesional dalam mewujudkan pembangunan desa yang mandiri dan berdaya saing.

i. Penerima Manfaat : Masyarakat Desa Siunggam Jae

j. Kontribusi pada PADesa : Belum ada.

k. Keterlibatan pihak lain :

Pelaksanaan pembangunan Jalan Rabat Beton di Desa Siungam Jae tidak hanya melibatkan pemerintah desa serta masyarakat lokal, namun juga mengundang partisipasi aktif dari berbagai pihak lain untuk memastikan kegiatan berjalan efektif dan berdaya guna. Dalam tahap perencanaan, pemerintah desa mengadakan musyawarah bersama unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tim Pengelola Kegiatan (TPK), tokoh masyarakat, serta melibatkan Tenaga Pendamping Profesional Desa sebagai fasilitator dan pendamping teknis.

Selain itu, program ini turut didukung oleh aparatur kecamatan dalam pengawasan dan monitoring pelaksanaan, serta pihak Perguruan Tinggi dan lembaga mitra yang memberikan asistensi keahlian pada aspek teknis dan pemberdayaan masyarakat. Keterlibatan pihak-pihak eksternal, seperti penyedia material dan tokoh agama, juga memperkuat soliditas gotong royong dan memastikan pembangunan dilakukan sesuai prinsip padat karya tunai sehingga lebih banyak warga desa dapat berpartisipasi dan memperoleh manfaat langsung.

Kegiatan monitoring dan evaluasi diselenggarakan secara berkala, melibatkan Tim Monitoring Kecamatan, Kepala Desa, perangkat desa, serta masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi. Dengan adanya sinergi semua pihak, pembangunan jalan rabat beton berjalan lancar, tepat waktu, serta hasilnya maksimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat desa.

l. Pengembangan Program / Jenis Usaha :

Pembangunan Jalan Rabat Beton di Desa Siungam Jae memantik tumbuhnya berbagai program pengembangan dan jenis usaha baru yang sebelumnya sulit berkembang akibat keterbatasan akses jalan. Dengan adanya jalan yang berkualitas dan mudah dilalui, masyarakat kini lebih leluasa dalam mengembangkan usaha pertanian, perkebunan, dan peternakan karena proses pengangkutan hasil produksi ke pasar desa maupun kecamatan menjadi lebih efisien dan biaya transportasi menurun signifikan.

Selain sektor primer, jalan rabat beton juga mendorong berkembangnya unit usaha mikro dan kecil di bidang perdagangan dan jasa. Warga mulai membuka warung, kios pupuk, toko alat pertanian, serta unit jasa angkutan hasil panen yang semakin diminati karena mobilitas antar dusun lancar. Usaha kerajinan tangan dan industri kreatif desa pun tumbuh seiring dengan lebih mudahnya pemasaran produk ke luar wilayah desa.

Kemudahan akses transportasi turut mendukung program Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dalam mengelola unit-unit usaha, seperti penjualan hasil pertanian, distribusi bahan pokok, hingga penyediaan layanan logistik dan pariwisata desa. Nilai ekonomi lahan di sekitar jalan rabat beton juga meningkat, memberi peluang baru bagi warga untuk mengembangkan investasi lokal.

Secara keseluruhan, kehadiran fasilitas jalan rabat beton menjadi pelopor pengembangan ekonomi, mendorong tumbuhnya program pemberdayaan dan usaha produktif yang berkelanjutan sehingga kesejahteraan masyarakat Desa Siungam Jae semakin meningkat dan desa mampu berdaya saing secara regional.

m. Kontak PIC Kegiatan (Desa) :

Bapak Amrin Daulay +62 853-7048-5523

Adalah Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Pekerjaan Pembangunan Jalan Rabat Beton Desa Siunggam Jae Tahun 2024

n. Dokumentasi Kegiatan :

 Kegiatan

 Pembangunan Jalan Rabat Beton

 Lokasi

 Desa Siunggam Jae

 Waktu

 2024

 Keterangan

 Kondisi awal awal jalan dan kegiatan pengukuran jalan oleh pemerintahan desa

 Kegiatan

 Pembangunan Jalan Rabat Beton

 Lokasi

 Desa Siunggam Jae

 Waktu

 2024

 Keterangan

 Proses Pembangunan Jalan Rabat Beton yang dikerjakan oleh Masyarakat Desa

 Kegiatan

 Pembangunan Jalan Rabat Beton

 Lokasi

 Desa Siunggam Jae

 Waktu

 2024

 Keterangan

 Monitoring Kegiatan oleh Pemerintah Desa dan Pendamoing Desa

 Kegiatan

 Pembangunan Jalan Rabat Beton

 Lokasi

 Desa Siunggam Jae

 Waktu

 2024

 Keterangan

 Monitoring Kegiatan oleh Pemerintah Desa dan Pendamoing Desa

 Kegiatan

 Pembangunan Jalan Rabat Beton

 Lokasi

 Desa Siunggam Jae

 Waktu

 2024

 Keterangan

 Peresmian Pekerjaan jalan Rabat Beton

 Kegiatan

 Pembangunan Jalan Rabat Beton

 Lokasi

 Desa Siunggam Jae

 Waktu

 2024

 Keterangan

 Monitoring Kegiatan oleh Pemerintah Desa dan Pendamoing Desa

4. Contact Person Desa

Contact person Desa dapat diisi dengan nama dan nomor HP aktif:

Kepala Desa : PANJANG JUNGUR DAULAY,S.SOS / 0813 6153 2602

Sekretaris Desa : KASMIR DAULAY / 0813 7590 3833

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Praktik Baik Pemanfaatan Dana Desa Kec. Simangambat

Laporan Praktik Baik Pemanfaatan Dana Desa Kec. Hulu Sihapas